Cahaya Bulan

Sabtu, 10 Januari 2015



Kopi Robusta Dusta

Oleh, Fifi Luthfi AR

Secangkir kopi robusta yang kau buat dimalam dusta
Pahit dan masam
Bukan karena tanpa gula
Sebab kau berdusta saat meracik robusta

Secangkir kopi malam dusta
Diracik oleh laki-laki tanpa dosa
Katanya
Robusta berlebel dusta

Secangkir kopi robusta dimalam penuh dusta
Menyeruak tajam aroma dusta
Ku hirup dalam-dalam
Kunikmati, ku seruput meski masam
Ku habiskan


Ya..
Secangkir kopi dusta robusta pada malam penuh dusta

Bekasi, 9 Januari 2015



98

Oleh, Fifi Luthfi AR

Malam ini aku ingin bergurau mesra bersama papan aksara
Dan jemari yang lincah menari diatasnya
Bersama aroma secangkir kopi
Yang mencabik kulit

Kau kekasihku, ku tulis dalam derita 98
Dalam 10 lembar kertas putih yang ingin ku tumpahi tinta
Jemariku terhenti menari pada batas ke-8
Belum sampai pada titik

Kekasihku yang ku abadikan dalam derita 98
Aku masih terlungkup diatas papan ketik
Dan kau masih sanggup ku telisik
Sampai kafein tak sanggup membunuh kantuk

Bekasi, 3 Januari 2015

Selasa, 06 Januari 2015

Cinta Tulang IKAN (Catatan)

 
CATATAN
 
 Oleh: Fifi Luthfi AR, Arini H, Khusnul CTM, dan Anisa Rahayu.
 
Saat ujaran tak kuasa berucap
Kusantap helai kertas di atas atap
Kutumpahi tinta dalam derai
Lirih angin berbisik untuk menyudahi
Segera sampaikan pada sebuah titik
Perlu apa lagi kujabarkan bait ini?
Sedang catatan sudah menitik sejak jauh-jauh hari
Goresan pena membentuk diksi tentang cinta,
Tentang hujan, tentang kamu
Namun aksaranya mengambang
Tak sampai pada si empunya cinta
Kamu catatanku. Puisiku.

Ciputat, 21 Desember 2014

Cinta Tulang Ikan (Lumpur, Gemuruh, dan Debu)

LUMPUR 

Oleh: Khusnul CTM, dan Fifi Luthfi AR


Tak jua resap tanah beradu satu menjadi batu
Namun kulihat lumput mengalir deras tanpa sehelai pun tertelan malu
Andai liat dapat saling beradu
Kupastikan kau menjadi saksi atas tunggu yang membisu
Kujejaki lumpur bau dengan saru
Dalam risau hati yang tak punya malu, menuntut arti sebuah rindu
Kurasa harga diri sudah tak perlu,
Saat raga kau regas begitu nafsu
Ciputat, 21 Desember 2014






GEMURUH

Oleh: Fifi Luthfi AR, Arini H, Khusnul CTM, dan Anisa Rahayu.


Jiwaku lusuh menatap matamu yang angkuh
Dikoyak sakit yang tak jua berlabuh,
Rasaku bergulat sakit; bergemuruh
Helaian angin serontak hadir
Menarik napas hingga sesak tak kuasa berlabuh
Pada dekap malam, aku berlagu
Menimang rasa yang kutahu pilu
Entah kapan tenggat waktuku berujar rindu
Dalam pertapaanku, sampai datang waktu
Kuharap kau tak lagi semu

Ciputat, 21 Desember 2014





DEBU

Oleh: Anisa Rahayu dan Arini H

Katamu…
Kau bagai debu
Tak bernada
Tak berlagu
Katamu…
Kau bagai aku
Tegak,
Nyata, tak semu
Kepada cermin di dinding batu
Meski hanya bayangmu
Tak kulihat kita bersatu padu
Katamu…
Kau bagai debu
Hadir meski tak pernah dirasa perlu
Katamu…
Kau bagai aku
Yang senantiasa memupuk rindu
Rasa rindu berkemul dalam-dalam padamu
Padahal sendiriku ragu
Aku tetap memandang cermin di hadapan
Yang menyimpan guratan
Tegak, nyata, tak semu;
Bayang wajahmu
Ciputat, 21 Desember 2014

Cinta Tulang Ikan (Rinai dan Ranting)

RINAI 
Oleh: Fifi Luthfi AR,  Anisa Rahayu, Arini H, dan Khusnul CTM.

Rinai membersamai penantian sedari tadi
Membuatku berpikir,
Masih perlukah aku menanti?
Kebersamaan kita desas-desus berganti
Bukan dia yang berupa
Namun perjalanan pemilik hati; kamu
Masih ingatkah pada waktu yang sedari dulu berlabuh?
Mengusap tanya pada rindu yang kian menjamu
Terlungkup malu aku mengaku
Hanya pada temaram aku mampu mengadu
Mengaku mau untuk kita lagi berpadu,
Bersamamu

Ciputat, 21 Desember 2014


RANTING 
Oleh: Fifi Luthfi AR, Anisa Rahayu, Arini H, Khusnul CTM.

Dedaunan bergelayut di ranting kayu
Basah dihujani rinai malam kelabu
Kepadamu kehanyaan aku melabuhkan rindu
Seperti ranting bertahan pada pohon yang satu
Karena kamu, sendiriku usah tuk berlaku
Biarkanlah rasaku menari diataskan rindu, padamu
Kepada akar denyutku meniti harap yang tak semu
Menaruh rindu padamu yang tak kunjung sendu
Sampai kapan resah menggelut hati yang lusuh?
Sedari dulu kutitih harap padamu yang menjamu

Ciputat, 21 Desember 2014

Cinta Tulang Ikan (Tahi dan Sampah)

  TAHI
Oleh: Arini H dan Fifi Luthfi AR 

Kerontang raga memikul pilu
Pada suatu pesta malam biru
Aroma rindu tak seharum dulu
Malah tahi kuciumi rindu
Luluh, lantah, aku termangu
Tahi!
Kau bilang, kau rindu
Sedikit pun tubuhmu tak berlagu
Sekali lagi kau bilang rindu tanpa laku
Kau melucu!

Ciputat, 21 Desember 2014



 
SAMPAH 
Oleh: Anisa Rahayu dan Khusnul Chotimah

Pasrahku tak lagi berarah
Terjebak cinta yang kini berubah amarah
Hadirku tak lagi buatmu kembali ajegkan kerah
Karena aku kini hanya sampah
Di bawah alas kakimu yang gagah
Di balik liur rusuh yang berbau busuk
Tatapku tetap melabuh padamu yang kurindu
Biar kau anggap aku sampah yang merapah
Namun raga tak sedikit pun menjauh
Ciputat, 21 Desember 2014