Cahaya Bulan

Rabu, 21 Januari 2015



Rinai Jelang Petang
Oleh, Fifi Luthfi AR

Dalam bias warna yang ku renungi begitu lugu
Selasar halaman basah digenangi, riak beradu.
Bersamaan dengan rinai di peraduan rindu
Menyeruak aroma hujan pada siang menjelang petang

Dalam imajinasiku, kau menjelma awan
Tempat rinai bergemul dan kemudian turun
Dalam imajinasiku, aku menjelma tanah
Tempat rinai kembali pada asal
Kau menitik dan aku menengadah

Rinai siang menjelang petang
Aku sang cakrawala terbentang jauh
Rumput, padang, dan ilalang
Lekas bergoyang dengan senang
Pandangi air mata langit mencari butir tanah
Kemudian mahluk bertulang menentang hujan

Pada rinai jelang petang

Bekasi, 20 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar