Rinai Jelang Petang
Oleh, Fifi Luthfi AR
Dalam bias warna yang ku renungi begitu lugu
Selasar halaman basah digenangi, riak beradu.
Bersamaan dengan rinai di peraduan rindu
Menyeruak aroma hujan pada siang menjelang petang
Dalam imajinasiku, kau menjelma awan
Tempat rinai bergemul dan kemudian turun
Dalam imajinasiku, aku menjelma tanah
Tempat rinai kembali pada asal
Kau menitik dan aku menengadah
Rinai siang menjelang petang
Aku sang cakrawala terbentang jauh
Rumput, padang, dan ilalang
Lekas bergoyang dengan senang
Pandangi air mata langit mencari butir tanah
Kemudian mahluk bertulang menentang hujan
Pada rinai jelang petang
Bekasi, 20 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar